Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : ASN di Asahan Berlarian Masuk Kantor Bupati, Panik Terlambat Apel Perdana usai Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

Asal Usul Halalbihalal yang Dicetuskan KH Wahab Chasbullah

Jumat, 29 Mei 2020 - 16:30:00 WIB
Asal Usul Halalbihalal yang Dicetuskan KH Wahab Chasbullah
Tradisi halalbihalal di Hari Raya Idul Fitri. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Tentang keutamaan silaturrahim Rasul Saw. bersabda.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali persaudaraan (silaturrahim).” (HR. Bukhori)

لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ يَعْنِي قَاطِعَ رَحِمٍ

“Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali persaudaraan.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dikutip dari laman lembagadakwahpbnu, Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dengan tegas bercerita bahwa untuk istilah halalbihalal memang pertama diucapkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Kisah bermula saat Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada tahun 1945. Baru tiga tahun menjadi bangsa merdeka, Indonesia dilanda gejala disentegrasi bangsa. Elite politik bertengkar dan tak mau duduk berdialog dalam satu forum.

“Kondisi ini diperburuk adanya pemberontakan yang memaksakan ideologi,” kata KH Masdar Farid Mas’udi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut