Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Beli Sajam Corbek via Instagram, Pelajar 16 Tahun di Semarang Ditetapkan sebagai Pelaku Anak
Advertisement . Scroll to see content

Antisipasi Kekeringan di Kabupaten Semarang, BPBD Siapkan 150 Tangki Air Bersih

Rabu, 04 Agustus 2021 - 16:21:00 WIB
Antisipasi Kekeringan di Kabupaten Semarang, BPBD Siapkan 150 Tangki Air Bersih
BPBD menyiapkan 150 tangki air bersih guna menanggulangi kekeringan di Kabupaten Semarang. (ilustrasi/Dok)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah menyiapkan sebanyak 150 tangki air bersih. Langkah itu untuk penanggulangan kekeringan pada musim kemarau tahun ini. 

Ada beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang yang masuk daftar daerah rawan kekeringan. Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini daerah rawan krisis air bersih di Kabupaten Semarang menurun. 

Namun, BPBD tetap menyiapkan bantuan air bersih sesuai permintaan masyarakat. "Kami sudah menyiapkan bantuan sebanyak 150 tangki air bersih. Sejauh ini, sudah ada daerah yang mengajukan bantuan air bersih. Tadi ada permintaan bantuan dari Desa Nyemoh dan Gogodalem, Kecamatan Bringin," katanya, Rabu (4/8/2021).

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih pada musim kemarau ini. Sebab potensi terjadinya kekeringan di daerah rawan kekeringan cukup tinggi lantaran di wilayah itu vegetasi atau tanaman yang bisa menyimpan air sangat kurang. Sehingga saat musim penghujan, kawasan tangkapan air justru kehilangan fungsinya.

"Karena itu, kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait cara menangkap air hujan untuk disimpan di dalam tanah," ujarnya.

Di sisi lain, Heru juga meminta masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi kebakaran, baik lahan maupun rumah. Jaringan instalasi kelistrikan, sebaiknya dicek untuk memastikan kabel listrik dalam kondisi baik. 

"Penyebab kebakaran rumah, rata-rata korsleting listrik dan api kompor atau tungku. Itu yang perlu diperhatikan," katanya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut