Antisipasi Gangguan di Musim Hujan, KAI Daop 4 Periksa Lintas Gundih-Semarang Poncol
Dia mengatakan, pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi prasarana di lintas, yang meliputi keandalan jalur rel ka dan persinyalan, daerah rawan genangan air dan banjir, fasilitas layanan pelanggan dan kebersihan yang berada di stasiun, serta kesiapan sdm kereta api di setiap wilayah stasiun yang dilewati.
Di wilayah Daop 4 Semarang, saat ini terdapat 22 daerah berpotensi gangguan alam yang dinilai memiliki potensi bahaya, mulai dari banjir, amblesan, hingga tanah longsor. Jumlah daerah berpotensi gangguan alam tersebut, sudah mengalami penurunan dari tahun 2021 yang berjumlah 51 daerah dan pada tahun 2022 berjumlah 36 daerah.
“Berbagai perbaikan sudah kami lakukan, sehingga jumlah daerah yang berpotensi gangguan alam tersebut dapat berkurang,” jelasnya.
22 daerah berpotensi gangguan alam yang masih dalam penanganan pihak KAI Daop 4 Semarang di antaranya 11 titik di wilayah Kabupaten Grobogan, 3 titik di wilayah Kota Semarang, 2 titik di wilayah Kabupaten Blora dan Pekalongan, serta beberapa titik lainnya.
Dari sisi kesiapan material, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) pada 26 titik, meliputi: Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu, Semarang, Brumbung, Gubug, Kedungjati, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, Cepu, Kedungjati, Gundih dan Ambarawa.