Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hebat, Sekeluarga di Semarang Ini Cetak Rekor Lempar Pisau Kapak Selama 1 Tahun
Advertisement . Scroll to see content

838 Mahasiswa FIP Unnes Mainkan 80 Jenis Permainan Tradisional secara Virtual

Senin, 03 Mei 2021 - 19:59:00 WIB
838 Mahasiswa FIP Unnes Mainkan 80 Jenis Permainan Tradisional secara Virtual
Rektor Unnes, pemrakarsa dan penyelenggara atraksi permainan tradisional menerima penghargaan dari Leprid, Senin (3/5/2021). (foto: Ahmad Antoni)
Advertisement . Scroll to see content

“Pertama, kita akan menyadarkan masyarakat bahwa ada suatu berharga yang perlu kita jaga. Selanjutnya tentu akan mengundang akademisi bagaimana  melakukan inovasi yang membuat anak-anak mulai tertarik kembali pada permainan tradisional yang ternyata mempunyai nilai edukasi yang tinggi, mengembangkan karakter, mengembangkan kreativitas,” kata Edy. 

Menurutnya, tantangan yang harus dijawab bagaimana kemasan permainan tradisional ini menjadi menarik untuk bisa dimainkan oleh anak-anak dan sekaligus ada inovasi-inovasi.

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman merasa bersyukur dan bangga atas prestasi FIP Unnes telah melakukan kreasi inisiasi yang menggerakkan para mahasiswa untuk memiliki kreasi di masa pandemi ini, kreativitas yang memiliki nilai dan membangkitkan inspirasi. 

“Kita memiliki local genius yang harus dikemas dalam budaya di era digital agar bisa diperkenalkan kepada Indonesia dan dunia menjadi inspirasi bahwa Indonesia memang sebagai negara yang kaya dengan anak-anak bangsa yang kreatif memiliki permainan-permainan tradisional harus dimodifikasi sesuai perkembangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Ketum dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka  memberi apresiasi kepala Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes berhasil menciptakan rekor baru yaitu atraksi permainan tradisional yang diikuti secara virtual dan serentak oleh segenap civitas akademika FIP Unnes sebanyak 838 peserta dengan 80 jenis permainan tradisional.

“Leprid sangat mengapreasiasi kegiatan ini karena dalam permainan tradisional Indonesia yang diwariskan nenek moyang kita.  Ada nilai-nilai kebersamaan, nilai tanggung jawab, nilai toleransi, persatuan  dan nilai-nilai lain yang sangat edukatif,” kata Paulus.

“Kegiatan ini menginspirasi semua, supaya anak-anak tidak terlalu banyak main game tetapi menumbuhkan cinta pada karya karsa dari nenek moyang yang diwariskan pada kita,” ujarnya.

Editor: Ahmad Antoni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut