7 Fakta Satpam SD Tampar Perawat di Semarang karena Tak Pakai Masker
SEMARANG, iNews.id – Aksi kekerasan yang dilakukan satpam sekolah dasar (SD) di Kota Semarang berinisial BC (43) terhadap perawat Klinik Pratama Dwi Puspita berinisial HM memantik reaksi sejumlah pihak.
Pelaku pun meminta maaf atas perbuatannya itu. Meski demikian, pelaku tetap diproses hukum. Kasus kekerasan itu juga membuat korban trauma. Berikut tujuh fakta kasus penamparan satpam SD terhadap perawat yang dirangkum iNews.id.
1. Viral di Media Sosial
Video kasus penamparan terhadap perawat itu beredar dan viral di media sosial. Dalam video itu memperlihatkan seorang pasien menampar perawat. Menurut keterangan si pasien tidak terima karena ditegur tak mengenakan masker.
Dalam video CCTV tersebut terlihat kejadian menunjukkan pada hari Kamis (9/4/2020) tepatnya pukul 09.00. Pasien yang diketahui berinisial BC (43) itu menampar perawat yang berjaga di Klinik Pratama Dwi Puspita, Kemijen, Semarang Timur.
2. Tak Terima Diingatkan Pakai masker
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol iskandar Fitriana Sutisna mengatakan, kasus penamparan itu bermula dari pelaku yang berbobat di Klinik Pratama Dwi Puspita I Jl. Mr Sutan Syahir 258 Kemijen Semarang Timur. Karena tidak memakai masker, pelaku diingatkan oleh korban namun tidak mau.