Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jemaah Syattariyah di Tanah Datar Baru Laksanakan Salat Iduladha Hari Ini
Advertisement . Scroll to see content

5 Tradisi Kota Semarang, Nomor 4 Warisan Sunan Kalijaga Penyebar Islam di Tanah Jawa

Kamis, 05 Januari 2023 - 08:32:00 WIB
5 Tradisi Kota Semarang, Nomor 4 Warisan Sunan Kalijaga Penyebar Islam di Tanah Jawa
Tradisi Dugderan digelar setiap menjelang datangnya bulan suci Ramadan di Kota Semarang. (foto Ahmad Antoni)
Advertisement . Scroll to see content

2. Padusan
Padusan salah satu tradisi yang digelar untuk menyambut Ramadan. Tradisi padusan ini berasal dari bahasa Jawa “adus” yang artinya mandi atau membersihkan diri. Padusan dilakukan warga di akhir bulan Ramadan.

Biasanya, Padusan ini dilakukan warga dengan mandi bersama di kolam pemandian. Warga setempat yakin bahwa dengan membersihkan diri, ibadah puasa di bulan Ramadan akan lebih lancar dan berkah. Tradisi Padusan pun dibawa oleh Walisongo ketika menyebarkan agama Islam di Nusantara, khususnya Pulau Jawa.

3. Dugderan
Tradisi dugderan digelar dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi dugderan ini diawali dengan pemukulan beduk yang dilanjutkan dengan dentuman meriam. Suara yang dihasilkan dari kegiatan ini menjadi dasar penamaan Dugderan.

Biasanya, setelah upacara usai diadakan pawai keliling kota mengenakan pakaian adat. Dalam tradisi Dugderan ada festival tradisional Semarang seperti warak ngendok.

4. Magengan
Tradisi lainnya adalah Magengan, yang digelar dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Magengan tercatat sebagai salah satu tradisi yang dibawa oleh Sunan Kalijaga, penyebar Islam di tanah Jawa.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut