5 Fakta Loji Gandrung Tempat Dimulainya Kirab Kaesang-Erina Gudono, Pernah Jadi Markas Tentara
2. Patung Jenderal Gatot Subroto
Pada bagian depan, tampak patung Jenderal Gatot Subroto. Sebagai peringatan akan peristiwa Jenderal Gatot Subroto menumpas pemberontakan PKI/Muso dari Loji pada tanggal 18 September 1948. Pada zaman kolonial, Loji ini digunakan sebagai tempat kediaman pejabat Pemerintah Belanda. Sedangkan saat ini digunakan sebagai tempat kediaman Wali Kota Solo. Peralihan itu sejak kemerdekaan Indonesia.

3. Kamar Presiden Sukarno
Loji Gandrung terdiri atas empat bangunan. Bagian utama digunakan untuk ruang kerja wali kota, ruang rapat, dan ruang untuk menerima tamu. Pada bangunan utama juga terdapat kamar yang dulunya pernah dipakai Presiden Sukarno. Presiden Indonesia pertama ini pernah berkunjung dan menginap.
Sedangkan di bagian sayap sisi barat, terdapat bangunan yang kini dipergunakan untuk ruang ajudan Wali Kota Solo, dan pegawai rumah tangga. Sedangkan bangunan di sayap sisi timur, merupakan kamar yang dipakai untuk keluarga Wali Kota Solo. Sementara di bagian belakang terdapat bangunan joglo Loji Gandrung. Tempat ini biasa digunakan untuk acara-acara kedinasan.
4. Tempat Sosialisasi Kalangan Elite Eropa
Nama Loji Gandrung dipahami khalayak karena kegiatan sosialisasi kalangan elite Eropa yang diwarnai dengan pesta makan, minum dan berdansa. Dengan demikian menyerupai orang yang sedang gandrung atau adegan jatuh cinta dalam kajian seni pertunjukan tradisional Jawa.
Jika diartikan secara harafiah, Loji berarti rumah kolonial, dan Gandrung artinya bersenang senang. Kegemaran orang-orang Eropa khususnya dari kalangan pengusaha dan profesional swasta untuk melakukan pesta-pesta seperti ini merebak sejak awal abad ke-20.