5 Contoh Tembang Dolanan Beserta Lirik dan Maknanya
JAKARTA, iNews.id - Contoh tembang dolanan yang dinyanyikan dalam suatu permainan tertentu. Tembang dolanan biasanya menggunakan kata-kata ringan, sehingga mudah dihafalkan anak-anak.
Tembang dolanan sudah diwariskan turn-temurun secara lisan sejak zaman dulu. Selain berfungsi sebagai lagu anak-anak, tembang dolanan juga berfungsi sebagai pendidikan dan media komunikasi sosial yang efektif. Dalam tembang dolanan, terdapat pesan moral yang disampaikan secara tersirat.
Berikutnya 5 contoh tembang dolanan beserta lirik dan maknanya:
1. Padang Bulan
Yo pra kanca dolanan ing njaba
padhang wulan padhange kaya rina
Rembulane e sing awe-awe
Ngelingake aja padha turu sore
Yo pra kanca dolanan ing jaba
rame-rame kene akeh kancane
Langite pancen sumebyar rina yo padha dolanan sinambi guyonan
Terjemahan Padang Bulan dalam Bahasa Indonesia :
Ayo teman, (kita) bermain di luar
Sinar bulan terangnya seperti fajar
Bulannya menampakkan pesona
Mengingatkan (kita agar) jangan tidur di sore hari
Ayo teman-teman bermain di luar
Rame rame di sini banyak temannya
Langitnya memang terang seperti fajar
Ayo bermain sembari bercanda
Contoh tembang dolanan ini diciptakan Sunan Giri dan memiliki makna yang sangat dalam. Lagu dolanan yang termasuk dalam warisan masa silam ini, bermakna gotong royong, solidaritas dan persahabatan.
2. Cublak-cublak Suweng
Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudel
Pak empong lera-lere
Sopo ngguyu ndelik-ake
Sir-sir pong dhele kopong
Sir-sir pong dhele kopong
Terjemahan Cublak-cublak suweng dalam Bahasa Indonesia :
Tempat anting
Antingnya berserakan
Berbau anak kerbau yang terlepas
Bapak ompong yang menggeleng-gelengkan kepalanya
Siapa yang tertawa dia yang menyembunyikan
Kedelai kosong tidak ada isinya
Kedelai kosong tidak ada isinya
Lagu cublak-cublak suweng juga merupakan tembang dolanan ciptaan Sunan Giri. Lagu ini mempunyai makna agama yang mendalam, yaitu ajaran moral hubungan manusia dengan Tuhan, ajaran moral hubungan manusia dengan manusia, ajaran moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan ajaran moral hubungan manusia dengan alam. Untuk mencapai kebahagiaan yang sejati, harus bisa mengendalikan hawa nafsu.