408 Kasus Kecelakaan Terjadi di Sragen selama 6 Bulan, Melonjak usai Lebaran
“Setelah diberlakukan new normal, dalam sehari pernah terjadi delapan kasus kecelakaan. Dalam sepekan, pernah ada 26 kasus kecelakaan. Pada 19-25 Juni, ada 13 kasus lakalantas,” katanya.
Kebanyakan kasus lakalantas itu terjadi pada pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB atau pada saat para pekerja pulang dari pabrik. Menurut Sugiyanto, lakalantas itu kebanyakan terjadi di jalan antarkecamatan maupun antardesa. Dia menilai hampir semua jalan antarkecamatan dan desa sudah halus sehingga pengguna jalan terbiasa mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Meski jalan halus, penerangan jalan sangat kurang. Kebanyakan hanya mengandalkan lampu di depan rumah warga yang tidak optimal untuk menerangi jalan,” ujarnya.
Lakalantas yang terjadi di Sragen tidak hanya melibatkan kendaraan bermotor. Sebanyak tujuh kasus kecelakaan yang terjadi pada Juni juga melibatkan pengayuh sepeda angin. Kebanyakan kecelakaan yang melibatkan pengayuh sepeda itu juga terjadi pada petang hingga malam hari.
“Sekarang ini kan banyak anak-anak yang tengah gandrung sepeda. Mereka berangkat sore dan baru pulang petang bahkan malam,” katanya.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Waduh, Angka Lakalantas Sragen Melonjak Setelah Lebaran & New Normal"
Editor: Nani Suherni