4 Tarian Daerah di Pemalang Jawa Tengah Ini Layak Dilestarikan Anak Bangsa
Tarian yang diciptakan oleh seniman bernama Drs. Ki Kustoro mendapatkan inspirasi dari sejarah awal mula terbentuknya Kabupaten Pemalang. Busana yang dikenakan oleh penari sangat sederhana ditambah dengan aksesoris bunga melati di sanggul.
Keunikan dari tarian rakyat Pemalang ini terletak pada selendang yang menjadi ciri khasnya yaitu ujung selendang ditali dengan maksud supaya warga Pemalang bisa menyimpan rahasia dengan baik. Tari Selendang Pemalang bisa dibawakan dalam berbagai acara seperti sambutan tamu, acara pernikahan dan lain-lain
2. Tari Silakupang
Tarian daerah asal Cikendung, Pemalang memiliki nilai religius, romantic, gagah dan lincah ini pernah tampil dalam acara Parade Tari Nusantara tahun 2017. Tari silakupang merupakan kolaborasi dari beberapa kesenian di Pemalang seperti sintren, lais, kuntulan dan jaran kepang.
Sintren dan lais menggambarkan kisah cinta Sulasih dan Raden Sulandana, kuntulan merupakan kesenian islami dari Pemalang yang digambarkan dengan gerakan jurus silat serta jaran kepang merupakan tari tradisional Jawa yang menggunakan ebeg (anyaman bambu berbentuk kuda).
Oleh karena itu, silakupang seringkali dibawakan oleh banyak personil baik laki-laki maupun perempuan karena harus memerankan sebagai sintren, lais, kuntulan dan jaran kepang dengan busana yang menggambarkan peran tersebut.