14 Siswa SD di Solo Terinfeksi HIV/AIDS, Ini Respons Gubernur Ganjar
Bisa jadi penolakan orang tua siswa atas kehadiran anak yang diduga terkena HIV/AIDS karena mereka banyak yang tidak mengetahui sehingga perlu ada penjelasan lebih lanjut.
Menurutnya, janganlah karena keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang penyakit HIV/AIDS, maka terjadilah penolakan kuat dari masyarakat terhadap penderitanya untuk mendapat pendidikan.
"Coba diajak rembugan (sosialisasi) soal apa itu HIV dan AIDS serta cara penularannya, termasuk bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka. Mereka tidak butuh di-eksplore, hanya butuh ditemani dan diajarin," ujar Ganjar.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lentera Yunus Prasetyo turut mengadukan hal itu saat kunjungan MNC Peduli dan Lotte Mart yang memberikan bantuan kendaraan operasional dan peresmian bangunan lantai 2 bagi rumah singgah pengidap HIV/AIDS.
"Sudah satu minggu anak-anak kami tidak sekolah. Wali murid, komite hingga kepala sekolah keberatan anak Lentera sekolah di sana. Ini tidak hanya sekali kami alami, anak-anak kami yang di PAUD dan TK juga diusir tak boleh sekolah," ujar Ketua Yayasan Lentera Yunus Prasetyo usai menerima kunjungan Ketua III MNC Peduli Jessica Tanoesoedibjo, Kamis (15/2/2019).