100 Ribu Pemudik Dihalau Masuk ke Jateng, 700 Ribu Orang Lolos
Kalau tahun sebelumnya, melakukan pemantauan terhadap masuknya arus mudik dan pengamanan di pusat-pusat keramaian termasuk tempat ibadah.
"Seperti kita ketahui saat ini kita masih dilanda pandemi virus corona, yang terjadi di seluruh belahan dunia termasuk di Jateng. Untuk tahun ini berbeda, pemantauan kita bukan memantau kelancaran arus mudik, tetapi sebaliknya. Kita melakukan penyekatan terhadap arus mudik,” katanya.

Rycko mengatakan, berdasarkan hal tersebut maka pemerintah mengambil keputusan untuk melarang mudik lebaran 2020, dan diberlakukan sejak terhitung mulai tanggal 24 April yang lalu. Sehingga berdasarkan atas kebijakan pemerintah tersebut maka pola Operasi berbeda dengan sebelumnya.
"Dari pemantauan kelancaran arus mudik menjadi proses penyekatan arus mudik. Di Jawa tengah terdapat 13 titik start, 3 diantaranya berada di wilayah Pantura dan sisanya diwilayah selatan dan timur, untuk menyekat arus dari timur dan arus dari barat," ujarnya.
Rycko membeberkan, sebelum memasuki bulan Ramadan dan masyarakat yang telah mendahului masuk ke Jawa Tengah dan pulang ke rumah sudah hampir 700.000 orang Mereka masuk ke Jateng sebelum Operasi Ketupat dan larangan mudik.
"Kemudian memasuki operasi Ketupat, 24 April yang lalu, kurang lebih ada 100 ribu pemudik yang sudah masuk ke Jateng. Kita lakukan balik kembali ke Jakarta. Hari ini kurang lebih ada 40 kendaraan kerena mudik," ujarrnya.
Polda Jateng dan jajaran terus melakukan penyekatan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Rycko juga mengimbau kepada anggotanya untuk tetap mengedepankan sikap humanis.
Editor: Kastolani Marzuki