10 Jajanan Tradisional Jawa Tengah, Nomor 7 Camilan dari Zaman Kerajaan Majapahit
3. Kue Mendut
Kue mendut ini banyak dijumpai di pasar tradisional Jawa Tengah. Berasal dari Jawa, sama dengan asal muasal cerita Roro Mendut yaitu Kabupaten Temanggung. Kue bulat dan manis ini hampir tak pernah absen saat acara pesta atau hajatan di Kabupaten Temanggung. Jajanan yang terbuat dari tepung ketan ini dapat dijumpai di pasar tradisional, namun kini mulai langka.
4. Kue Lapis
Kue lapis berasal dari warna kue yang berlapis-lapis. Meski memiliki unsur nama pati bukan berarti asal makanan ini dari Kota Pati. Kue ini berasal dari daerah Jawa Tengah tepatnya Jepara. Selain daerah Jepara terdapat jenis kue lapis yang berasal dari daerah lain, yang membedakan hanya nama, tekstur dan tingkat kelembekannya. Jajanan tradisioanl pasar ini terbuat dari bahan utama santan, air daun suji, tepung kanji dan tepung beras yang diberi beberpa jenis warna sehingga membentuk sebuah lapisan.
5. Putu Ayu
Putu ayu hingga sekarang masih populer di kalangan masyarakat Jawa Tengah. Sesuai dengan namanya “ayu” kue ini memiliki visual yang cantik dan menggoda untuk dicicipi. Bewarna hijau, memiliki aroma harum dari daun pandan dan dilapisi dengan parutan kelapa di atasnya membuat kombinasi rasa manis dan gurih asin tercampur di dalam mulut membuat kenikmatan yang tiada tanding saat menyantapnya. Kue putu ayu ini dikenal juga dengan sebutan putri ayu. Kue putu ayu atau putri ayu ini berbeda dengan kue putu ya kamu.
6. Geblek
Jajajan olahan tepung singkong berbentuk angka delapan yang disiram dengan saus kacang merupakan makan khas dari Purworejo dan Kulon Progo. Rasa kenyal dan gurih yang khas ditambah dengan saus kacang sebagai cocolan membuat ketagihan bagi siapa saja yang menyantapnya.
7. Wajik
Jajanan tradisional Jawa Tengah ini merupakan camilan dari zaman Majapahit yang dapat dijumpai di pasar. Wajik memiliki tekstur yang lengket dengan cita rasa yang manis. Berbahan dasar dari beras ketan yang kemudian dipotong kotak-kotak menjadi asal usul nama wajik itu sendiri. Wajik juga salah satu jajanan pasar yang identik dengan pesta pernikahan adat Jawa karena memiliki makna dan doa tertentu. Berasal dari beras ketan yang lengket memiliki makna bahwa dua insan yang dipersatukan dalam ikatan pernikahan.