Yuk Kita Intip, Ada Sesuatu yang Istimewa di Majalengka Hari Ini
"Setelah sholat, kami Wirid dan doa bersama. Bacaannya ya seperti yang diajarkan dari orang tua," ujar dia.
Hal serupa dilakukan sejumlah warga di Desa Putridalem. Bahkan, selain sholat, di desa ini ada budaya dalam bidang 'kuliner,' yakni membuat kue apem.
Lurah Dusun Kaputren Yahya mengatakan, tradisi tersebut sudah berjalan cukup lama, sejak zaman leluhurnya dulu. Lewat gotong royong, mereka beramai-ramai membuat apem, untuk kemudian dibagi-bagikan kepada warga.
"Ini tradisi yang sudah turun temurun dari orang tua kami. Ya dari dulu juga, modalnya dari urunan, sedekah warga sekitar untuk kemudian dibagi-bagikan lagi kepada warga lagi," kata Yahya.
Dalam setiap peringatan Rebo Wekasan, lanjut dia, tidak kurang dari 1 kuintal beras yang terkumpul untuk membuat apem di dusunnya itu.
"Jadi dari beberapa hari sebelum pelaksanaan teh, warga sudah datang membawa beras, gula, kelapa dan lain-lain. Bahkan begitu masuk bulan Safar, sudah ada yang nanya kapan Rebo Wekasan. Padahal kan sudah pasti waktunya, hari Rabu terkahir bulan Safar," tutur dia.
Di Kabupaten Majalengka, tradisi membuat apem sudah mulai dilakukan sejak pekan pertama masuk bulan Safar. Minggu (3/10/2021). Pemuda di Desa Bantarwaru berinisiatif menggelar Festival Apem. Dalam festival itu, selain membuat apem dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk remaja, diisi juga dengan diskusi dengan tema seputar apem.
Editor: Asep Supiandi