Weekend Story: Tulisan di Dinding, Kisah Pilu Ibu dan Anak Ditemukan Tinggal Kerangka
Selain itu, melihat curhat yang diungkapkan anak korban dalam coretan di dinding kamar yang sama memperlihatkan bagaimana sang anak seperti menagih apa yang menjadi keinginan ayah kandungnya, utamanya berkaitan dengan pendidikan.
"Anak merasa tidak diinginkan di dalam hidup ini. Sedangkan yang paling krusial di dalam hidup adalah eksistensi kita sebagai manusia untuk diinginkan keberadaannya dalam hidup," ucapnya.
Belum lagi, lanjut dia jika sang anak juga mendapat cerita dari ibunya terkait yang terjadi dalam hubungan kedua orang tuanya. Sehingga, anak korban mengira perasaan kekecewaan terhadap suami juga sang ayah membuat keduanya hilang harapan.
"Kalau saya lihat, dua orang ini tidak punya harapan lagi. Jadi selain dikhianati, kepercayaan dihancurkan, secara finansial tidak dinafkahi. Jadi merasa semuanya itu, sia-sia, desperate. Saya yakin mereka ini secara psikologis, depresi yang paling besar, yang paling tinggi," katanya.

Sementara itu, kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Dr Wiendy Hapsari mengatakan, pada kasus kematian yang korbannya ditemukan menyisakan kerangka, ironinya para tetangga ternyata tidak menyadari hal ini selama bertahun-tahun.