Wawan Nekat Makan Paku akibat Depresi Persoalan Keluarga
Meski senang karena kondisi kesehatan suaminya sudah mulai membaik, Wati masih dilanda kebingungan dengan biaya perawatan dan operasi selama di rumah sakit.
Selain tidak memiliki uang cukup, Wawan juga tidak memiliki BPJS. Wati pun berharap ada bantuan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.
“Selama ini, saya terpaksa harus meminjam ke tetangga untuk biaya hidup sehari-hari di rumah sakit,” ucapnya.
Kemiskinan yang melilit Wawan tak hanya memaksanya nekat memakan paku. Kedua anaknya pun, yakni Nandang (18) dan Sindi (12) harus putus sekolah. Mereka hanya bisa menamatkan pendidikan sekolah dasar karena tidak memiliki biaya.
“Harapan saya suami bisa cepat sembuh seperti semula dan ada bantuan dari pemerintah,” tutur Wati.
Kondisi Wawan yang depresi dikuatkan teman kerjanya, Yana Suryana. Dia mengaku sering melihat Wawan memakan paku sekitar dua bulan yang lalu saat mereka sama-sama bekerja menjadi kuli bangunan di salah rumah milik warga.
“Ya, dia (Wawan) sering murung. Saya sendiri sering melihat dia makan paku. Tiap kali diingatkan, dia bilang untuk menjajal kekuatan setelah berguru,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki