Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Purwakarta, BPBD Koordinasi dengan Pengelola Waduk Cirata dan Jatiluhur
Advertisement . Scroll to see content

Waspada, Gempa di Jabar Dikhawatirkan terkait Potensi Bencana Megathrust Selatan Jawa

Senin, 14 November 2022 - 10:44:00 WIB
Waspada, Gempa di Jabar Dikhawatirkan terkait Potensi Bencana Megathrust Selatan Jawa
Gempa di wilayah jabar yang secara bertubi-tubi terjadi dalam beberapa hari terakhir dikhawatirkan terkait dengan potensi bencana megatrust. (Foto: Ilustrasi)
Advertisement . Scroll to see content

Gempa kemudian terjadi pada hari yang sama, pukul 20.18.45 WIB wilayah selatan Garut, Jawa Barat diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M5,1. Episenter gempa bumi terletak di laut pada jarak 60 km arah selatan Caringin, Garut, Jawa Barat pada kedalaman 53 km.

Pada Minggu 13 November 2022 pukul 22.10.21 WIB wilayah selatan Cilacap, Jawa Tengah diguncang gempa tektonik magnitudo 5,3. Episenter gempa bumi terletak di laut pada jarak 148 km arah Barat Daya Cilacap, Jawa Tengah pada kedalaman 31 km.

Di hari yang sama pukul 22.41.14 WIB, wilayah Purwakarta dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik M 4,1. Episenter terletak di darat pada jarak 21 km Barat Daya Purwakarta pada kedalaman 6 km.     

Dini hari tadi, Senin, 14 November 2022 pukul 02:41:30 WIB, wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik 2,8. Episenter terletak pada koordinat 6.74 LS dan 107.35 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 km Barat Laut Kabupaten Bandung pada kedalaman 5 km. Gempa bumi ini masih termasuk dalam rangkaian gempa susulan dari gempa utama Kabupaten Purwakarta, M4,1 tanggal 13 November pukul 22.41.14 WIB.

Diketahui, potensi bencana megathrust terus disampaikan sejumlah peneliti. Bencana ini disebabkan oleh gempa bumi pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempeng Sunda. Tumbukan ini diprediksi menimbulkan tsunami dengan ketinggian lebih dari 34 meter. Potensi bencana ini disebut lebih mematikan dari tsunami Aceh. 

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut