Warga Jabar Anggap Dana Darurat Tak Penting, Tempatkan di Posisi Akhir
Padahal, menurut Chief Financial Officer Prudential Syariah Paul S Kartono, pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang yang baik. Hal ini didukung oleh data dari Survey of Adult Financial Literacy 2020 yang menunjukkan hanya 9 persen masyarakat Indonesia bisa bertahan lebih dari enam bulan jika kehilangan pendapatan.
"Sementara 46 persen hanya memiliki 1 minggu untuk bertahan hidup," ujar dia pada peluncuran PRUAnugerah Syariah di Bandung.
Menurut dia, peluncuran PRUAnugerah Syariah akan menjadi solusi komprehensif yang dapat membantu masyarakat Indonesia dalam mempersiapkan tujuan keuangan jangka panjang sesuai kebutuhan bagi keluarga, seperti dana warisan maupun dana pensiun.
Hanya dengan kontribusi mulai dari Rp500.000 per bulan, produk ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat Indonesia yang lebih luas. Asuransi jiwa Syariah merupakan salah satu instrumen keuangan yang dapat digunakan sebagai persiapan warisan. Melalui PRUAnugerah Syariah, peserta mendapatkan Santunan Asuransi hingga 150 persen sejak awal kepesertaan. Produk ini juga menawarkan dana usia mapan hingga 100 persen dari total kontribusi yang dibayarkan oleh peserta.
"Inovasi ini menjadi komitmen kami untuk terus menyediakan kebutuhan finansial jangka panjang, demi membantu keluarga Indonesia meraih yang terbaik dalam kehidupan," kata dia.