Warga Cipanas Cirebon Khawatir Semburan Lumpur Belerang Meluas seperti Lapindo
"Meski jarak permukiman warga berjarak lima ratus meter, tapi kami imbau agar tidak membawa hewan peliharaan seperti kambing, sapi, dan ayam ke lokasi semburan. Sebaiknya dimasukkan ke kandang. Kalau dilepas, khawatir akan mati," kata Dindin.
Diberitakan sebelumnya, warga Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon dihebohkan dengan penemuan sebuah kubangan yang mengeluarkan lumpur beraroma bau belerang. Kubangan tersebut mirip kawah di gunung berapi sehingga warga berharap secepatnya ada penanganan dari pemerintah.
Semburan lumpur di Desa Cipanas berbentuk lingkaran itu berdiameter sekitar 4 meter lebih. Fenomena tersebut sudah terjadi sejak lama, namun ketika itu oleh warga sempat ditutup. Saat ini lokasinya berpindah, dulu di sekitar lokasi semburan lumpur terdapat produksi kalsit tapi kini sudah tidak ada.
Warga merasa khawatir dan mengeluhkan jika mendekat lokasi akan terhirup bau belerang dan gas yang menyengat. Sehingga untuk sementara pihak aparat pemerintahan desa hanya memberi imbauan agar tidak main api di sekitar semburan lumpur, karena belum diketahui zat dan kandungannya.
Sementara petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, dalam waktu dekat berencana akan membuat garis pembatas darurat atau zona aman. Selain itu juga akan segera berkoordinasi dengan BNPB, vulkanologi, ESDM, Geologi dan melaporkan ke BPBD Jawa Barat.