Waduh, Jelang Idul Adha, Sapi dan Kerbau di Garut Diserang Penyakit Kulit LSD
Gejala yang muncul pada hewan terpapar LSD berupa penyakit kulit pada umumnya, seperti kudis hingga benjolan pada kulit.
"Walau hanya berupa benjolan dan penyakit kulit, tetap saja kemunculan LSD pada hewan ternak sapi dan kerbau ini patut dikhawatirkan. Karena bagaimanapun berpengaruh pada kondisi hewan itu sendiri," ucap Sofyan Yani.
Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut, kata dia, saat ini berupaya untuk mencegah agar penyakit LSD tidak menyebar secara sporadis. Petugas kesehatan ternak, akan melakukan pemantauan dan pengobatan kepada ternak sapi dan kerbau di Garut yang terpapar.
"Penanganan untuk hewan terpapar nanti diberikan antibiotik hingga vitamin. Kami akan berupaya melakukan pencegahan," ujarnya.
Melansir laman ditjenpkh.pertanian.go.id, gejala yang ditimbulkan akibat terapapr LSD dipengaruhi umur, ras hingga status imun ternak. Penyakit LSD setidaknya menimbulkan tanda klinis utama berupa benjolan atau nodul berujuran 1-7 cm, yang biasanya ditemukan pada leher, kepala, kaki, ekor dan ambing ternak.
"Pada kasus berat nodul-nodul ini dapat ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh. Munculnya nodul ini biasanya diawali dengan demam hingga lebih dari 40.5oC. Nodul pada kulit tersebut jika dibiarkan akan menjadi lesi nekrotik dan ulseratif," tulis laporan di situs pemerintah tersebut.
Disebutkan juga tanda klinis lain akibat LSD adalah kondisi hewan lemah, adanya leleran hidung dan mata, hingga dapat menyebabkan abortus (gugurnya kandungan), penurunan produksi susu apda sapi perah, infertilitas dan demam berkepanjangan.
Editor: Asep Supiandi