Viral Video Nakes RS Cibabat Cimahi Bawa 5 Peti Berisi Jenazah Pasien Covid-19
Karena itu, sepekan ke depan, tutur Dirut RSUD Cibabat, IGD hanya khusus untuk pasien Covid-19 dan tak menerima pasien umum atau non-Covid. Tujuannya demi keselamatkan pasien non-Covid. "Utamanya untuk keselamatan pasien non-covid itu sendiri," tutur Dirut RSUD Cibabat.
Sementara itu, Ketua Tim Satgas Covid-19 RSUD Cibabat PW Prastianingsih mengatakan, untuk pasien-pasien yang meninggal di IGD, sebetulnya saat datang sudah dalam keadaan berat. "Jadi saat masuk ke IGD pasien sudah dalam keadaan gawat darurat. Namun akhirnya tidak tertolong," ujar Prastianingsih.
Diberitakan sebelumnya, imbas dari lonjakan jumlah pasien yang terjadi dalam sebulan terakhir menyebabkan 76 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cibabat Kota Cimahi tumbang terpapar Covid-19. Akibatnya, rumah sakit rujukan milik Pemkot Cimahi tersebut kekurangan nakes.
Sementara tenaga kesehatan yang masih bertahan kewalahan menangani lonjakan kasus. Pasien terinfeksi virus Corona setiap hari datang ke RSUD Cibabat.
RSUD Cibabat mencatat lebih dari 100 pegawai rumah sakit regional yang terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Januari 2021. Sementara dalam seminggu terakhir puluang orang di rumah sakit itu, mulai dokter, perawat hingga cleaning service, terkonfirmasi terjangkit virus Corona.
Direktur RSUD Cibabat dr Sukwanto Gamalyono mengatakan, setiap hari selalu ada laporan pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19. "Kondisi itu, mau tak mau memaksa rumah sakit merumahkan sementara para pegawai yang terpapar virus," kata Direktur RSUD Cibabat, Senin (28/6/2021).