Viral Meteor Terlihat di Langit Bandung, Begini Penjelasan Ahli Astronomi ITB
"Pertengahan Agustus kita punah hujan meteor yang cukup ramai, dan itu mungkin ada yang tersisa sampai September, bahkan sampai September ini masih ada hujan meteor, jadi hujan meteor itu kan 12 kali dalam setahun," ujar dia.
Hakim menuturkan, dugaan lain, benda langit yang disaksikan warga Bandung itu bisa jadi adalah sampah antariksa dari satelit atau roket. Biasanya, sampah antariksa akan menyisakan partikel yang jatuh di permukaan bumi karena jaraknya tidak terlalu jauh.
Jika benar sampah antariksa, Hakim meminta masyarakat agar waspada dan tidak menyimpan sembarangan karena ada unsur radioaktif yang berbahaya bagi kesehatan.
"Itu kan sampah antariksa. Kemungkinan ada unsur radioaktif di dalamnya, yang berbahaya bagi kesehatan kalau dipegang begitu aja atau disimpan di rumah. Misalnya bekas roket atau satelit jatuh. Itu kan sangat berbahaya," tutur dia.
Hakim mengimbau masyarakat agar tak menyimpan sembarangan benda dari langit berupa meteorit atau sampah antariksa. Alangkah lebih baik, benda langit itu diserahkan ke lembaga terkait seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Imbauan saya, kalau meteor itu menyisakan meteorit dan kemudian jatuh ke permukaan, saya harap masyarakat tidak mengambil dan menyimpannya. Laporkan karena itu kan bukti ilmiah penting," ucap Hakim.
"Karena, banyak sekali bukti orang kejatuhan meteor terus dijual begitu ya. Bagi astronom itu miris sebetulnya. Karena itu kan batuan yang punya nilai ilmiah dan penting untuk penelitian, tapi banyak yang dijual karena memang ada kolektornya yang mau membayar mahal," ujar dia.
Editor: Agus Warsudi