Viral Jenazah Covid-19 di KBB Hanya Dimakamkan Keluarga, Ini Faktanya
Ketika sedang menunggu ambulans di rumah duka, Dadan mendengar suara tangisan dari dalam rumah. Lalu dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), dirinya masuk ke lantai dua rumah tersebut dan melihat kondisi almarhum saat itu sudah kritis.
"Saya sempat menenangkan keluarganya. Sampai akhirnya yang bersangkutan tidak tertolong dan meninggal dunia," ucapnya, Rabu (23/6/2021).
Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan salah satu rumah sakit untuk pengurusan jenazah. Namun memang almarhum pada saat itu belum dites sehingga tidak diketahui apakah terpapar Covid-19 atau tidak.
Hanya dikarenakan istri dan anaknya sudah terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga mereka sekeluarga harus menjalani isolasi. Sehingga warga tidak mau ambil risiko dan beranggapan jika yang bersangkutan juga terpapar.
Dadan kemudian berpikir bagaimana caranya menurunkan jenazah dari atas ke bawah. Keluarga dekat almarhum juga mulai berdatangan termasuk anaknya satu lagi yang tak tinggal di rumah tersebut. Sehingga akhirnya jenazah diturunkan menggunakan bambu, kayu dan sarung, diikatkan sehingga bisa digotong.