Vaksin Covid-19 Datang, Ridwan Kamil Belum Tahu Jatah untuk Jabar
Kang Emil menekankan, jumlah penerima vaksin Covid-19 di Provinsi Jabar nantinya akan disesuaikan dengan jatah vaksin Covid-19 yang bakal diterima oleh Jabar. "Jadi, nanti jumlahnya akan disesuaikan dengan jatahnya. Jawaban saya per hari ini, jatahnya saya belum tahu berapa yang akan tahap satu diberikan ke Jawa Barat," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, Pemprov Jabar masih terus memetakan daerah dan warga yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 .
Setiawan juga mengatakan, daftar prioritas dibuat karena jumlah vaksin siap pakai yang didatangkan pemerintah pusat tahap pertama ini jumlahnya terbatas. "Kami paham betul harus ada prioritas (penerima vaksin), jadi prioritasnya untuk zona merah (daerah risiko tinggi). Lalu di zona merah tersebut kita kriteriakan lagi, yang paling visible berapa. Misalnya, di Bodebek 2,6 juta yang kita prioritaskan, kemudian Bandung Raya," ujarnya.
Adapun merujuk data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar saat menggelar simulasi sistem pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis, 22 Oktober 2020 lalu, sasaran vaksinasi di Jabar adalah 36 juta warga rentang usia 18-59 tahun dari total penduduk hampir 50 juta jiwa.
Vaksin akan fokus diberikan kepada warga di zona merah Bodebek, yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi sebagai daerah penyumbang terbesar kasus Covid-19 di Jabar. Berikutnya, Bandung Raya yang meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cimahi, yang juga banyak terdapat kasus penularan Covid-19. (CM)
Editor: Muhammad Fida Ul Haq