Upacara Adat Sunda untuk Kelahiran, Tanamkan Edukasi Sejak Dini
Terdapat dua cara yang dapat dipilih, yaitu memukulkan alu sebanyak tujuh kali ke bumi di dekat bayi atau dengan membaringkan bayi di atas palupuh (lantai bambu yang dibelah-belah). Selanjutnya sang ibu menghentakkan kakinya ke palupuh di dekat bayi.
Upacara adat sunda yang ketiga disebut puput puseur. Upaca adat ini diawali dengan memotong tali pusar bayi. Setelah lepas, sang ibu kemudian akan meletakan tali pusar ke dalam kanjut kundang atau kantung kecil dari kain dan ditutup dengan bungkusan kasa berisi uang logam serta diikatkan pada perut bayi. Maksudnya agar pusar tidak menyembul ke luar atau istilah Sunda disebut 'dosol'.
Upacara ini sendiri diadakan bersamaan dengan memberikan nama, membaca doa selamat, serta membagikan bubur merah dan bubur putih ke warga sekitarnya.
Ekahan atau aqiqah cukup populer sebagai rangkaian prosesi ritual setelah kelahiran bayi. Upacara adat Sunda untuk kelahiran ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sebagai atas lahirnya seorang bayi. Pada pelaksanaannya, upacara ini umumnya dilakukan setelah bayi berusia 7 hari, 14 hari, ataupun 21 hari.
Orang tua sang anak harus menyediakan domba atau kambing untuk kemudian disembelih dengan ketentuan dua ekor domba jika anak laki-laki serta seekor domba jika anak perempuan.