Unpad Perbanyak Program Magister Berbasis Proyek, Berkarya Sambil Bekerja
Lebih lanjut Anas menjelaskan, Program Magister Berbasis Proyek merupakan program yang memberikan akses seluas-luasnya kepada kaum profesional yang sudah bekerja di pemerintahan ataupun swasta untuk memperbarui pengetahuannya dengan mengambil program Magister.
Program ini, kata Anas, dirancang lebih cepat dari program Magister reguler, yaitu selama tiga semester. Di akhir perkuliahan, mahasiswa didorong menyusun tesis dalam bentuk capstone project, atau kajian terhadap kasus terkini yang didekati dengan pendekatan ilmiah. Kasus yang diangkat merupakan permasalahan yang saat ini terjadi di nasional maupun di tempat kerjanya masing-masing.
“Jadi masalah yang ada, diangkat dan didiskusikan dengan pembimbing untuk kemudian dicarikan solusinya,” katanya.
Program ini juga menggunakan metode hybrid, atau kombinasi tatap muka dengan daring. Staf pengajar tidak hanya dari dosen Unpad, tetapi juga berasal dari alumni prominen dan praktisi yang sesuai dengan peminatan yang diambil. Jika proses pembelajaran memerlukan tatap muka, maka Unpad menyediakan kantor perwakilan di Menara Danareksa, Jakarta, yang bisa digunakan sebagai ruang bertemu dan berdiskusi.
Proses pendaftaran sendiri sama dengan pendaftaran SMUP Pascasarjana pada umumnya. Namun, Anas menerangkan, untuk program Magister Berbasis Proyek tidak ada batasan minimal skor TKA dan TKBI.