Unik, Kawasan Pabrik dan Alam Sekitar Jadi Inspirasi Motif Batik Khas Margaasih Bandung
"Teknik batik yang kami kembangkan adalah batik cap atau desainnya itu digambar dulu kemudian dibuatkan capnya. Jadi bukan batik tulis, kalau batik tulis itu kan sangat manual dan langsung ditulis di atas lembaran kain, itu memakan waktu lama," ujarnya.
Batik motif Margaasih dibanderol Rp180.000 hingga Rp250.000 per lembarnya. Dalam sehari, kata Rike, produksinya bisa mencapai 100 lembar. Selain motif Margaasih, Rike juga membuat motif lainnya seperti Kina yang menjadi ciri khas Kabupaten Bandung.
"Selain itu, saya juga biasa mendapatkan pesanan motif batik dari berbagai sekolah. Beberapa sekolah swasta di Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya, Alhamdulilah menjadi langganan saya setiap masuk tahun ajaran baru," ujarnya.
Rike mengaku sudah sejak lama mencintai batik. Apalagi, kata dia, ayahnya yang kerap bertugas ke luar daerah, selalu membawakan buah tangan berupa kain batik atau kain khas dari daerah.
Bahkan, untuk memperdalam ilmu dan literasi batik, almarhumah ibunya ini sampai mendatangi beberapa sentra pembuatan batik di Jawa Tengah untuk menimba ilmu.
"Ibu memang sangat mencintai kain batik dan kain-kain dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini juga yang saya lakukan dan teruskan dari almarhumah ibu saya. Alhamdulilah sampai dengan saat ini usaha batik keluarga ini berkembang dengan baik," ucapnya.
Editor: Asep Supiandi