Unik, Arsitektur Bangunan Pondok Pesantren di Banjaran Bandung Ini Mirip Kerajaan Sunda
Seiring berjalannya waktu, kata Saeful Kholik, lahir ide pembentukan ponpes. Dengan harapan dapat menjadi salah satu sarana pengajaran bagi masyarakat mengenai agama Islam rahmatan lil alamin yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW.
"Konsep awal grand plan-nya itu tak ada tema khusus. Hanya obrolan kecil bersama tim mengamati situasi. Dimana ada hal yaitu budaya nusantara yang juga perlu diangkat," kata Pimpinan Ponpes Mukhul Ibadah Kadaun Seureuh kepada MNC Portal Indonesia (MPI).
Atas dasar itu, ujar Saeful Kholik, lalu tercetus arsitektur khas nusantara ini utamanya sunda dikombinasikan dengan ornamen Islami. Selain sebagai upaya mengajarkan agama juga mengedukasi budaya ke santri.
"Konsep pendidikan di ponpes ini, kami menerapkan kurikulum khusus, yakni, kepesantrenan, seperti kitab kuning. Itu diajarkan di sini. Juga soal kesundaan, karena kita ada di Tatar Pasundan," ujarnya.
Saeful Kholik menuturkan, bersyukur walau termasuk pesantren baru tetapi respons masyarakat cukup baik. Hal itu seiring dengan banyak orang tua yang menitipkan putra putri mereka menimba ilmu di Ponpes Mukhul Ibadah Kadaun Seureuh.
"Ada santri dari wilayah Kabupaten Bandung, tapi paling jauh dari Bogor, hingga Cianjur Selatan. Jadi yang kami ajarkan disini soal ilmu keislaman dan juga dasar tradisi sunda seperti adab serta tata krama," tutur Saeful Kholik.
Saeful berharap melalui konsep ponpes-nya ini bisa menjadi cara dalam menyampaikan pesan bila pada prinsipnya agama dan budaya itu berjalan beriringan.
Editor: Agus Warsudi