Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lurah Margasuka Bandung Jelaskan Kronologi Video Viral yang Disebut Mengamuk di Posyandu
Advertisement . Scroll to see content

Unan Djoendjoenan Pejuang asal Bandung Gugur Dalam Perang 10 November 1945 di Surabaya

Rabu, 10 November 2021 - 08:26:00 WIB
Unan Djoendjoenan Pejuang asal Bandung Gugur Dalam Perang 10 November 1945 di Surabaya
Enam bersaudara putra putri dr Djoendjoenan Setiakusumah. Foto ini diambil sebelum kemerdekaan. Unan belakang kiri, di kanan belakang Askar, dan di tengah baris depan Otjeu Djoenjoenan. (Foto: Dokumentasi Keluarga/Facebook/Nyarios Sunda)
Advertisement . Scroll to see content

“(dr Djoenjoenan Setiakusumah) kehilangan putranya, Kang Abdul Rachman, atau kalau di keluarga selalu disebut Unan,” kata Ceu Popong yang merupakan menantu dr Tahanan.

Dikisahkan, Abdul Rachman atau Unan bersekolah di Yogyakarta. Saat revolusi kemerdekaan, Unan menjadi tentara, bergabung dengan Tentara Pelajar dan menjadi komandan batalyon. 

Di tengah-tengah revolusi, Unan berangkat dari Yogya membawa pasukan ke Surabaya. Pada 10 November 1945 pecah perang melawan Tentara Sekutu. Sejak saat itu, Unan tidak ada kabar.

Apakah gugur atau ditangkap tentara sekutu, sama sekali tidak ada penjelasan. "Jika gugur, di mana dimakamkannya. Jika ditangkap, di mana dipenjaranya. Tidak ada kabar sama sekali," ujar Ceu Popong.

Pada 1964, tutur Ceu Popong, saudara Ceu Popong, Nani menikah dengan anggota Marinir asal di Surabaya. Nani pun dibawa ke Surabaya. Sebelum berengkat ke Surabaya, Ceu Popong meminta tolong kepada suami Nani untuk menelusuri jejak Unan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut