Dia menuturkan, adiknya meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Keluarga berharap agar pihak perusahaan dapat memberi perhatian bagi kedua anak korban.
“Alhamdulilah perusahan menjalankan kewajiban untuk keluarga almarhum adik saya. Tapi anak-anaknya juga masih kecil dan butuh pendidikan,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, seusai kejadian jenazah almarhum dibawa ke Puskesmas Jalancagak. Setelah itu langsung dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakaman umum setempat.
“Petugas memberi kesempatan keluarga untuk melihat korban sewaktu di puskesmas, namun saya tak berani untuk melihatnya,” tutur Didin.
Kasus kematian akibat kecelakaan kerja ini masih dalam penyelidikan polisi. Belum diketahui penyebab tubuh korban sampai masuk ke dalam alat penggilingan.
Editor: Donald Karouw