Tinjau Isolasi Terpusat di Bandung, Panglima TNI Doakan Pasien Segera Sembuh
Panglima TNI menyatakan, saat ini pemerintah sudah membuat kebijakan untuk membangun beberapa lokasi Isoter dan dilengkapi alat kesehatan. Nanti, TNI dan Polri juga akan mengerahkan tenaga kesehatan di tempat isoter dan melaksanakan tracer secara digital dan tracer di lapangan di setiap kecamatan.
“Mudah-mudahan dengan aplikasi Silacak ini kegiatan tracing bisa tinggi, sehingga positif rate-nya bisa turun. Saat ini (tracing) masih 20 sampai 25 persen. Harapan kami (tracing) bisa di angka 50 persen,” ujar Marsekal Hadi Tjahjanto.
Setelah meninjau tempat isoter di RS Al-Ihsan, Panglima dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Wisma Atlet Jalak Harupat. Panglima TNI kepada wartawan menyampaikan saat ini kasus aktif di Indonesia masih cukup tinggi.
Karena itu, tutur Panglima, seluruh komponen harus bekerja bersama-sama secara serius untuk menangani pandemi Covid-19. “Ada pelajaran yang berharga ketika lebaran (Idul Fitri) tahun ini. Dua minggu setelah lebaran kasus aktif melonjak,” tutur Panglima.
Untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 itu, kata Marsekal Hadi Tjahjanto, ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu melaksanakan tracing kontak, vaksinasi dan yang terakhir pembagian obat.
Saat ini, kata Panglima, TNI-Polri diberi tugas untuk menyiapkan Isoter di beberapa lokasi, salah satunya di wilayah Jawa Barat. Hari ini saya melaksanakan pengecekan secara langsung lokasi isoter di wilayah Bandung.
"Alhamdulilah semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai harapan. Saya juga sudah melihat ruang ICU nya sudah ditambah jumlahnya,” ucap Panglima.
Editor: Agus Warsudi