Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Hari Ini Magnitudo 5,6 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Terhalang Cuaca, PVMBG Kesulitan Teliti Letusan Gunung Anak Krakatau

Senin, 24 Desember 2018 - 16:14:00 WIB
Terhalang Cuaca, PVMBG Kesulitan Teliti Letusan Gunung Anak Krakatau
Foto udara letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut Kristianto, ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan gelombang besar hingga terjadi tsunami seperti pergeseran lempeng, letusan besar gunung api, maupun longsoran besar yang masuk ke dalam kolom air laut.

Namun berdasarkan alat pemantauan Gunung Anak Krakatau, tidak ada aktivitas vulkanik yang menunjukan gejala letusan besar maupun longsoran tubuh gunung tersebut ke laut.

"Untuk merontokan bagian tubuh (Gunung Anak Krakatau) yang longsor ke bagian laut, diperlukan energi yang cukup besar. Ini tidak terdeteksi oleh seismograf di pos pengamatan. Masih perlu data-data untuk dikorelasikan antara letusan gunung api dengan tsunami," kata dia.

Saat ini, letusan Gunung Anak Krakatau masih bertipe strombolian dan statusnya level II atau Waspada. Gunung tersebut mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018.

Berdasarkan rekaman seismograf tanggal 23 Desember 2018 tercatat, gempa tremor menerus dengan amplitudo 10-58 milimeter, dominan 50 milimeter.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut