Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pedasnya Cabai Rawit dan Kedelai Picu Inflasi Jabar di Awal 2021
Advertisement . Scroll to see content

Tekan Harga Kedelai, Produsen Tahu dan Tempe Bakal Ajukan Impor Mandiri 

Jumat, 02 April 2021 - 11:26:00 WIB
Tekan Harga Kedelai, Produsen Tahu dan Tempe Bakal Ajukan Impor Mandiri 
Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin (kanan) dan Sekretaris Umum Gakoptindo Hugo Siswaya (kiri) saat memperkenalkan produk olahan kedelai. (Foto: iNews.id/Arif Budianto) 
Advertisement . Scroll to see content

Dia berharap, dengan melakukan importasi sendiri, harga kedelai bisa ditekan. Karena alur distribusi bisa diputus, hanya dari koperasi langsung ke produsen tahu dan tempe. Berbeda dengan kondisi saat ini, kedelai dikuasai importir dengan alur distribusi panjang. Sehingga harga yang diterima produsen mahal.

Sementara, kebutuhan kedelai untuk para produsen tahu tempe bisa mencapai 3 juta ton per tahun. Sementara kedelai lokal hanya mampu menyediakan sekitar 10 persen. Data 2008, di Indonesia ada 160.000 home industri  tahu tempe dengan kapasitas produksi 20 hingga 100 kg per hari. 

"Produk kami ini selalu dianggap makanan murahan, jadi kalau mau dinaikkan harganya, agak susah. Padahal hasil lab, gizinya tak kalah dengan daging dan telur. Makanya kami akan bikin rumah tempe untuk menyasar ekspor," kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Umum Gakoptindo Hugo Siswaya mengatakan, sembari menunggu realisasi importasi pihaknya terpaksa melakukan beberapa langkah agar industri ini tetap jalan. Salah satunya malakukan kenaikan harga.

"Yang bisa kami lakukan yaitu terus edukasi masyarakat, karena kondisi saat ini harga bahan baku memang sedang tinggi," ucap dia. 

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut