Tangis Ibu dan Anak Pecah di Polres Tasikmalaya, Izin Ngaji Malah Ikut Unjuk Rasa Anarkistis
Kokom mengatakan, pada Senin (12/7/2021), Tomas meminta uang Rp2.000 untuk pergi mengaji. Namun hingga sore hari, Tomas tidak kunjung pulang ke rumah. Karena khawatir, Kokom mencoba mancari tahu keberadaan anaknya.
Akhirnya, Kokom mendapat kabar dari teman-teman anaknya, Tomas berada di Mapolres Tasikmalaya karena ikut demo dan ditangkap polisi. "Tomas ternyata tidak mengaji malah pergi, ikut aksi demo. Saya menyesalkan, Tomas masih kecil tapi diajak demo," kata Kokom.
Diberitakan sebelumnya, pascaunjuk rasa anarkistis di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tasikmalaya, 31 pendukung Habib Rizieq ditangkap polisi, Senin (12/7/2021). Mereka ditangkap lantaran merusak tiga unit mobil milik Polres Tasikmalaya dan kantor kejaksaan.
Saat ini, personel Satreskrim Polres Tasikmalaya masih memeriksa intensif para pendukung Habib Rizieq yang mengatasnamakan diri Gerakan Laskar Santri Salafi itu. Dari 31 orang yang ditangkap, 18 dewasa dan 13 lainnya anak-anak dan remaja.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengatakan, ratusan orang yang berunjuk rasa di depan kantor kejaksaaan itu bukan hanya berasal dari Tasikmalaya, tapi banyak juga dari beberapa daerah di sekitarnya.