Tanah Retak di Garut Mengkhawatirkan, Ratusan Warga Dievakuasi
“Saya perintahkan untuk melakukan evakuasi, karena khawatir terjadinya longsor akibat retakan tanah,” kata Helmi.
Dia mengaku telah menginstruksikan langsung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk memantau langsung daerah terdampak retakan tanah.
“Saya sudah menugaskan BPBD, Dinas Sosial untuk langsung melakukan pengecekan lapangan,” katanya.
Bencana retakan tanah tidak hanya mengancam permukiman rumah penduduk, tetapi telah merusak areal pemakaman umum, akibatnya puluhan makam terpaksa harus dipindahkan warga secara gotong royong ke tanah wakaf lainnya yang masih satu desa.
Retakan tanah itu memiliki lebar yang berbeda-beda di beberapa titik, untuk di titik tertentu mencapai 30 sentimeter dengan kedalaman sekitar 4,5 meter dan memanjang hingga seratusan meter.
“Saat ini warga memang khawatir dengan retakan tanah ini, takutnya ada longsor besar,” kata Ketua RW 04 Kampung Sukasari, Kecamatan Cikajang Abdurrahman.
Dia menuturkan, retakan tanah sudah melanda areal perkebunan dan pemakaman umum tidak jauh dari permukiman rumah penduduk yang awalnya retakan kecil kemudian membesar dan memanjang.
Editor: Kastolani Marzuki