Tanah Bergerak, Warga Satu Kampung di Sukaresmi Cianjur Terisolasi
Pantauan di lokasi, pergerakan tanah di Desa Rawabelut, bukan pertama kali, namun beberapa tahun yang lalu tepatnya di 2016 dan 2014, sempat terjadi. Akan tetapi kedalamannya tidak separah tahun ini, dimana pergerakan dan kedalaman beragam mulai dari 1 meter hingga 2 meter. Sehingga merusak rumah warga dan jalan utama antarkampung.
Kepala Desa Rawabelut, Sarip Hidayat, mengatakan, pergerakan tanah mulai terjadi sejak satu hari sebelumnya setelah hujan deras mengguyur lebih dari empat jam. Pergerakan tanah terjadi hampir bersamaan di sejumlah perkampungan dengan kedalaman beragam.
"Kami langsung mengimbau warga untuk mengungsi karena takut pergerakan tanah meluas dan dapat merusak rumah. Persitiwa sebelumnya beberapa rumah warga roboh," kata Sarip.
Dia menambahkan, hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pendataan berapa banyak rumah yang terdampak mulai dari roboh, rusak berat dan rusak ringan. Dari beberapa laporan yang masuk belasan rumah rusak berat dan beberapa di antaranya roboh.
Editor: Asep Supiandi