Tak Tersentuh Bantuan, Ibu dan Anak di Cimahi Tak Makan 3 Hari Viral di Medos
Cuitannya pun tampaknya langsung mendapat respons dari netizen. Buktinya, tiga jam setelah cuitannya itu, dia mengupdate telah makan.
"Update. Yak, kami berdua sudah makan. Mohon maaf itu ada kepala bocah, emang posenya suka aneh-aneh. Terima kasih kepada temen-temen Sarikat Blogger Indonesia (ter-hari buruh) & temen-temen lainnya yang selalu sigap dalam situasi seperti ini," tulis dia.
Pada malam harinya, dia pun membuat update status di Twitter bahwa sudah ditindaklanjuti oleh Jabar Quick Response. "Katanya nanti ada tim yang telpon saya. Untung hp-nya belum dijual," imbuh dia.
Hingga kini, banyak netizen yang mendoakan agar persoalan ekonomi yang menghimpit keluarganya bisa segera teratasi. Namun, tidak sedikit netizen yang justru lebih banyak mengomentari persoalan administrasi kependudukan (KTP).
Banyak netizen menyebut, persoalan administrasi kependudukan ini cukup ribet. Sehingga urusan pindah domisili dan KTP sulit selesai dalam waktu cepat.
"Kadang urusan begini lingkaran setan mas. Mau perbaikan ke dukcapil disuruh ke kecamatan dulu. Pas ud di kecamatan disuruh ke lurah. Di lurah dilempar ke RT, terus RW. Dari RW disuruh langsung ke dukcapil. Gitu aja terus," cuit account @drh_sahara.
"Cepat selesai masalahnya ya teh. Aku mirip2 sm teteh, domisili bantul. Ktp jogja. Krn males keribetan aku ga urus2 dokumen dll. Jd kl ada program2 begitu aku ga pernah dpt. Doaku semoga kita semua dicukupkan, dikasih sehat selalu," tulis warganet lainnya.
Editor: Asep Supiandi