Meski tidak menyebutkan secara terperinci daerah-daerah yang berpotensi tenggelam, Heri Andreas mengatakan, beberapa di antaranya di wilayah Jawa Tengah (Jateng) seperti wilayah Kota Pekalongan, Semarang dan wilayah Pesisir Demak. Saat ini laju penurunan tanah di wilayah-wilayah ini lebih besar dari Jakarta.
PPKM Level 4, Puluhan Mobil dari Jabodetabek Dihalau di Gerbang Tol Padalarang Timur
"Area-area yang berada di bawah laut lebih luas dari Jakarta," kata Heri Andreas.
Menurut Heri, jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik dalam 10 tahun ke depan, maka wilayah ini diprediksi akan tenggelam. Potensinya lebih pasti dibandingkan Kota Jakarta.
"Dalam 10 tahun ke depan jika tidak ada upaya manajemen risiko yang baik, maka prediksi tenggelamnya wilayah-wilayah ini akan lebih pasti dibandingkan Jakarta," katanya.
Diketahui, potensi Jakarta tenggelam sudah menjadi isu dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa hasil penelitian memang menyimpulkan potensi tenggelam itu memang ada. Data-data Global Positioning System (GPS), Interferometric Synthetic Aperture RADAR (InSAR) dan data LiDAR (Light Detection and Ranging) menunjukkan penurunan tanah di Jakarta dapat mencapai 10 sentimeter per tahun. Sementara itu, lebih dari 20 persen wilayah Jakarta sudah berada di bawah laut, sehingga memang rentan untuk tenggelam.