Sungai Cibeber Meluap, Puluhan Rumah di Cicurug Sukabumi Terendam Banjir
"Sekitar pukul empat (16.00 WIB), hujan deras mengguyur. Air (Sungai Cibeber) tiba-tiba naik (meluap) dan masuk ke dalam rumah sekitar 1 meter. Semua perabotan rumah tangga, tempat tidur terendam ga ada yang terselamatkan. Alhamdulillah ga ada warga yang terbawa hanyut dan ga ada korban jiwa," kata Wawan Darmawan, korban banjir.
Meski rumahnya sempat terendam, namun Wawan tak lantas mengungsi. "Untuk mengungsi saya liat situasi dulu. Jika sudah mulai kering sedikit saya tetap di sini (rumah) tapi jika ngga tadi ada imbauan untuk mengungsi ke masjid terdekat atau ke tetangga," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman mengatakan, pascabanjir, kondisi saat ini ada beberapa rumah warga yang masih terendam banjir dengan ketinggian muka air sekitar 20 sampai 80 sentimeter (cm).
Sehingga ada beberapa warga yang tidak bisa memasak karena alat masak dan dapur terendam banjir. "BPBD Kabupaten Sukabumi melakukan asesment dan pengkajian penanganan bersama beberapa relawan. Alhamdulilah untuk banjir sudah 80 persen kami tangani untuk pemberishan material lumpur yang memasuki rumah dan dibantu oleh warga," kata Eka Widiawan.
Selanjutkan, ujar Eka, BPBD Kabupaten Sukabumi melakukan asesment penanganan longsor di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, terdapat 11 titik longsor. "Penanganannya akan kami fokuskan malam ini. Untuk logistik kami belum berikan. Yang kami lakukan saat ini bagaimana warga yang terdampak bisa makan sahur," ujar Eka.
Hingga saat ini, BPBD Sukabumi terus melakukan upaya penanganan dan memberikan bantuan untuk kebutuhan melaksanakan sahur. BPBD Sukabumi juga akan kembali mendata jumlah korban akibat bencana ini pada Kamis (29/4/2021) sehingga penanganan dan bantuan yang akan diberikan lebih akurat sesuai data yang telah diverifikasi. Indra Firdaus.
Editor: Agus Warsudi