Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wamenag Bela Gus Yaqut, Yakin Tak Berniat Bandingkan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing
Advertisement . Scroll to see content

Suara Azan Indah, Menag Yaqut Dinilai Salah Bandingkan dengan Gonggongan Anjing 

Kamis, 24 Februari 2022 - 21:27:00 WIB
Suara Azan Indah, Menag Yaqut Dinilai Salah Bandingkan dengan Gonggongan Anjing 
Azan oleh 7 orang di Masjid Agung Sang Cipta Rassa peninggalan Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat (Foto: iNews/Miftahudin)
Advertisement . Scroll to see content

Haris menyatakan, dakwah atau syiar Islam dalam adzan adalah bentuk kegiatan menyampaikan pesan yang terkandung dalam lafadz-lafadnya. Lafadz azan sebagai bentuk syiar Islam, yaitu seperti lafadz hayya alal sholah yang artinya marilah sembahyang (sholat) dan hayya alal falah (mari menuju kemenangan).

"Maksud dari lafaz tersebut adalah suatu ajakan kepada seluruh umat manusia untuk menunaikan salat agar mendapatkan kemenangan di dunia dan di akhirat," ujarnya. 

Haris mencontohkan tradisi unik yang hingga saat ini tetap lestari di Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. 

Setiap salat Jumat, tutur Haris, lantunan azan tidak dilakukan oleh hanya satu orang, melainkan tujuh sekaligus secara bersamaan yang dikenal dengan tradisi azan pitu.

"Tradisi ini berawal saat Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) memerintahkan tujuh warga untuk azan secara bersamaan. Perintah itu muncul untuk memerangi wabah penyakit yang melanda sejumlah warga Cirebon sekitar keraton. Setelah azan pitu, warga yang sakit sembuh dan penyakit itu hilang. Jadi, azan juga punya makna lain," tutur Haris.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut