Sosok Djulaeha Karmita, Tenaga Medis Perempuan di Balik Perang Cimahi 4 Hari 4 Malam
"Waktu di Cimahi, dia turun perang ketika pertempuran 4 hari 4 malam itu mereka ikut serta. Salah satu anak buahnya pun ikut dalam perang," tutur Machmud.
Namun dalam pertempuran empat hari empat malam para pejuang di Cimahi, yang diikuti Djulaeha Karmita tidak berbuah kemenangan. Sejumlah pejuang dan warga ketika itu mengungsi ke arah selatan Bandung, termasuk Djulaeha pun ikut mengungsi ke sana.
Setelah periode usia perang selesai dan kemerdekaan Indonesia mulai diakui dunia internasional pada 1949. Djulaeha pun menjadi seorang aktivis perempuan. Dia juga mulai turun ke dunia politik. Machmud mengatakan, Djulaeha pernah duduk di kursi dewan perwakilan di daerah.
"Setelah perang kemerdekaan selesai, Bu Julaeha kalau tidak salah menjadi aktivis perempuan, saya lupa apakah dia pernah menjadi anggota DPD atau DPRD," tutur Machmud.
Sosok wanita itu pun dikabarkan meninggal di tahun 1990-an. Nama pahlawan perempuan asal Cimahi itupun kini diabadikan sebagai nama sebuah jalan yang tepat berada di belakang Kantor DPRD Kota Cimahi.
Editor: Asep Supiandi