Sosiolog Unpad Bicara Begini soal Banyak Warga Emosi Tersekat Larangan Mudik
"Atau mungkin juga, kekecewaan masyarakat itu juga dipicu adanya informasi yang beredar bahwa ada WNA yang masuk ke Indonesia saat warga dilarang mobilitas. Jadi mereka bertanya tanya, kenapa WNA bisa masuk, sementara warga sendiri mau ke saudara dilarang. Itu mempengaruhi timbulnya emosi," ujar dia.
Artinya, kata dia, kondisi itu menimbulkan akumulasi reaksi warga. Mestinya, pemerintah harus tegas dan adil, dalam menerapkan aturan kepada semua orang, baik WNA atau WNI atau siapapun. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial.
"Pemerintah, juga mestinya membuat kebijakan satu konsep, misalnya antara Menteri Perhubungan dengan lainnya. Kemudian aturan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Sehingga tidak memicu kecemburuan sosial," katanya.
Karena, diakuinya, masyarakat saat ini agak abai, tidak seperti tahun lalu, mayarakat sangat masih takut atas pandemi. Saat ini bukan berarti tidak takut, tapi sedikit mengabaikan. Berbeda sekali dengan tahun kemarin.
"Bisa jadi masyarakat sudah jenuh. Segala hal dibatasi dengan kebiasaan baru. Sementara mayarakat kita sukanya berkumpul. Dan berkumpul itu kebutuhan mendasar bagi masyarakat kita. Ini yang mesti terus disosialisasikan oleh pemerintah agar warga paham," ucap Nunung.
Editor: Asep Supiandi