Soal Ribuan Pendaftar PPDB 2023 Curang Didiskualifikasi, Disdik Jabar Bilang Begini
Sekretaris Disdik Jabar menuturkan, disdik pun sempat meminta untuk memperbaiki data. Namun, mereka tidak mengindahkan permintaan itu. "Nah jika itu tidak sesuai itu akan dikembalikan lagi kepada siswa. Diberikan kesempatan di masa sanggah itu, ternyata calon siswa itu tidak membetulkan sehingga akhirnya ditolak," tutur Sekretaris Disdik Jabar.
Sebelumnya, Kepala Disdik Jabar Wahyu Mijaya mengatakan, kasus manipulasi yang berujung kepada gagalnya siswa mengikuti proses PPDB paling banyak terjadi di Kabupaten Bogor. "Dengan berbagai indikasi yang pertama itu Kabupaten Bogor dengan 1.635 kasus," kata Kepala Disdik Jabar, Selasa (18/7/2023).
Wahyu Mijaya menyatakan, Kabupaten Bekasi dan Bandung di posisi 2 dan 3 kasus gagalnya siswa mengikuti proses PPDB Jabar 2023. "Kemudian Kabupaten Bekasi 589 kasus, dan Kabupaten Bandung 410 kasus" ujar Wahyu Mijaya.
Kepala Disdik Jabar menuturkan, terdapat sejumlah indikasi manipulasi data yang menjadi penyebab gagalnya siswa dalam mengikuti proses PPDB. Mulai dari menipulasi Kartu Keluarga (KK) Domisili, data akademik, hingga dokumen presentasi.
"Jadi dengan berbagai kondisi ya. Yang paling banyak memang soal dokumen, KK, sertifikat lebih dari 6 bulan, dokumen tidak asli. Kemudian ketidaksesuaian titik koordinat (tempat tinggal)," tutur dia.