Smart Farming Tingkatkan Hasil Panen Pertanian tapi Butuh Modal Besar
"Untuk kebutuhan air penyiraman per polybag dikasih 200 ml jadi total dalam sehari hanya butuh 1 liter per tanaman. Kerjanya relatif santai, paling nanti pas mau masuk fase penyerbukan atau polinasi itu harus manual," ujar dia.
Ke depan diharapkan kawasan Lembang yang merupakan daerah yang dikenal sebagai produsen hortikultura perlu memanfaatkan teknologi smart farming.
Hanya saja pengalihan sistem ini belum bisa diterima secara luas karena keterbatasan biaya dan pengetahuan tentang teknologi.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lembang W Darwin mengatakan, jumlah kelompok petani yang sudah menerapkan sistem pertanian smart farming tidak lebih dari 10 kelompok.
Kendala terbesar sistem pertanian digital adalah membutuhkan modal besar, walaupun sistem ini dapat membantu petani meningkatkan hasil panennya.
Selain itu, lanjut dia, smart farming bisa dikatakan efektif jika produk pertanian yang dihasilkan memiliki nilai ekonomis tinggi.
Artinya tidak semua produk pertanian cocok memanfaatkan teknologi smart farming ini. "Ya kalau tanaman yang biasa-biasa tidak akan seimbang antara berapa nilai investasi yang dikeluarkan dengan hasil didapatkan," kata W Darwin.
Editor: Agus Warsudi