Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! Yatim Piatu Siswi SD di Garut Tinggal di Rumah Tak Layak, Kini Numpang di Tempat Sepupu
Advertisement . Scroll to see content

Siswa SD di Garut Meninggal karena Sengatan Tawon, 3 Korban Lain Masih Dirawat

Jumat, 22 November 2019 - 16:10:00 WIB
Siswa SD di Garut Meninggal karena Sengatan Tawon, 3 Korban Lain Masih Dirawat
Keluarga memakamkan Armi, korban sengatan tawon di pemakaman umum di Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (22/11/2019). (Foto: iNews/Ii Solihin)
Advertisement . Scroll to see content


Kakak korban, Inggit mengatakan, sebelum serangan tawon, dia melihat adiknya dan tiga temannya di dekat lokasi kejadian. Saat itu dia melihat keempatnya membawa kayu panjang yang digunakan untuk menghalau tawon.

“Saya lihat bertiga di atas, satu di bawah. Saya tanya mereka ngapain, tapi mereka menjawabnya tidak jelas, mungkin karena takut dimarahin. Trus saya ke rumah dan tidak lama dapat kabar dari warga kalau anak-anak disengat tawon,” kata Inggit.

Setelah serangan tawon berhenti, anak-anak sempat berkumpul di posyandu dan dibawa berobat ke Puskesmas Bayongbong. Korban sempat diberikan obat-obatan tradisional karena banyak sengatan tawon di kepala, badan, tangan dan kakinya.

“Dikasih pakai gula sama asem, trus dimandiin, habis itu langsung ke dokter. Kata dokter kalau mereka ada sesak, langsung aja dirujuk ke RSU,” ujarnya.

Malam harinya, korban sempat seperti mengalami demam dan gelisah. Namun, korban mengaku tidak merasakan sakit. Keluarga yang khawatir akhirnya membawa Armi ke RSUD dr Slamet Garut hingga akhirnya meninggal di sana.

“Kata mama yang ikut ke rumah sakit, Armi sesak napas dan harus diberi bantuan oksigen. Habis itu dia muntah-muntah dan kondisinya kritis sebentar. Setelah itu, Armi sudah enggak ada (meninggal dunia),” kata Inggit.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut