Sisindiran Sunda, Komunikasi Verbal Unik dengan Pesan Penuh Makna
Paparikan adalah salah satu jenis dari puisi yang disebut sisindiran Sunda. Puisi ini dibangun oleh cangkang yang tidak mengandung arti, yang diikuti oleh isi yaitu arti sesungguhnya. Hubungan antara cangkang dan arti sesungguhnya ditunjukkan dengan hubungan struktural suara dan pola. Jika pola suara dari cangkang dan isi sejajar maka sisindiran ini disebut paparikan.
Contoh paparikan sebagai berikut:
Sok hayang nyaba ka Bandung (Ingin saya ingin ke Bandung)
Hayang nyaho pabrik kina (Ingin tahu pabrik kina)
Sok hayang nanya nu pundung (saya ingin menanyai yang merajuk)
Hayang nyaho mimitina (Ingin tahu apa penyebabnya)
Kudu daek nginum jamu (Harus mau minum jamu)
Nu guna nguatkeun urat (Yang berguna menguatkan urat)
Kudu daek neangan elmu (Harus mau mencari ilmu)
Nu guna dunya aherat (Yang berguna dunia akhirat)
Meuncit meri dina rakit (Semebelih bebek di rakit)
Boboko wadah bakatul (Bakul tempat bakatul)
Lain nyeri ku panyakit (bukan sakit oleh penyakit
Kabogoh direbut batur (Pacar direbut orang lain)
Sisindiran Sunda jenis ini selintas seperti tatarucingan atau tebak-tebakan. Wangsal dari teka-teki baris pertama harus ditemukan dalam paris kedua. Yang dijadikan wangsalna tidak disebutkan secara langsung, tetapi disembunyikan dalam kata yang murwakanti (sama bunyi suku katanya).