Seusai Ijab Kabul di Ruang ICU RSUD Subang, Pengantin Laki-Laki: Alhamdulillah Lega
"Alhamdulillah. Tadinya gak akan ngambil, apa, dipercepat gitu. Karena kondisi orang tua, yang tidak memungkinkan nanti tadi hari H resepsi, makanya dipercepat. Seharusnya akad nikah pada 13 Juli 2022. Karena Juli juga ada jadwal perawatan, (orang tua) gak bisa hadir juga, jadi dipercepat. Alhamdulillah sudah lega, plong," kata Muhammad Fauzy Ash-Shidiqi.
Kondisi kesehatan ayah Andri Sutina, ujar Muhammad Fauzy Ash-Shidiqi, semakin menurun karena jarang mengonsumsi makanan. Dirawat di RSUD Subang sejak sepekan lalu. Awalnya karena tumor kelenjar getang bening. Semakin lama membengkak sampai keluar darah putih dan menutup tenggorokan. Sehingga, ayah kesulitan untuk makan dan minum.
"Saya gak nyangka bakal direspons kayak gini (mendapat izin melangsungkan akad nikah di ruang ICU RSUD Subang). Alhamdulillah, bersyukur. Terima kasih banyak kepada RSUD Subang atas pelayanannya," ujar Muhammad Fauzy Ash-Shidiqi.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Penunjang RSUD Subang Arie Ardiansyah mengatakan, melihat sejarah, baru kali ini akad nikah digelar di ruang ICU RSUD Subang. Acara ini dilaksanakan karena ada pasien yang mengidap parsinoma atau kanker nasofari yang meminta kepada manajemen RSUD untuk memfasilitas pernikahan anak.
"Karena ini bentuk kewajiban kami memfasilitas pasien untuk apapun, maka kami mempunyai niat dan rencana, sesuai perintah direktur, untuk menyelenggarakan ijab kabul di ruang ICU. Meskipun dalam kondisi darurat, kami bisa menyelenggarakan dengan penuh kekhidmatan," kata Kabid Pelayanan RSUD Subang.
Agar tidak mengganggu pasien lain, ujar Arie Ardiansyah, manajemen RSUD Subang menggunakan ruang isolasi ICU untuk melangsungkan pernikahan. RSUD Subang pun membatasi keluarga yang hadir hanya lima orang, yaitu pasangan pengantin Yuliza Nanda Stulusi dan Muhammad Fauzy Ash-Shidiqi, seorang penghulu, dan dua saksi.
"RSUD Subang, ujar Arie Ardiansyah, turut berbahagia kepada pasangan pengantin dan keluarga yang melangsungkan pernikahan," ujar Arie Ardiansyah.
Editor: Agus Warsudi