Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tekan Angka Gangguan Tumbuh Kembang Anak, Jabar Kukuhkan Duta Penurunan Stunting
Advertisement . Scroll to see content

Selama Pandemi, Angka Stunting di Indonesia Justru Turun Jadi 24 Persen

Selasa, 28 Desember 2021 - 11:16:00 WIB
Selama Pandemi, Angka Stunting di Indonesia Justru Turun Jadi 24 Persen
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo bersama Bunda Genre Jabar Atalia Praratya mengukuhkan tiga Bunda Genre Kota Bandung, Kabupaten Bekasi dan Sumedang. (Foto: ARIF BUDIANTO)
Advertisement . Scroll to see content

Hasto menurutkan, edukasi tentang stunting perlu terus dilakukan kepada masyarakat. Dengan edukasi, mereka bisa mengerti bagaimana mencegahnya.  Menurut dia, stunting itu pendek, tapi pendek belum tentu stunting.

"Penyebab stunting itu di antaranya selalu sakit-sakitan, kurang makan, dan cara pengasuhan kurang bagus. Stunting belum tentu keturunan tapi bisa disebabkan oleh lingkungan," tutur Hasto Wardoyo.

Mereka yang masuk kategori stunting, kata Kepala BKKBN, akan memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya, secara fisik memiliki tinggi tubuh lebih pendek, intelektual rendah, dan ketika usia 40 tahun akan mejadi central obesitas. 

Sementara itu Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, di Jabar ada beberapa daerah dengan anak stunting masih cukup tinggi. Di antaranya, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Cimahi, Bogor, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

"Kami sudah melakukan pemetaan  hingga level desa misalnya di Cimahi ada data detail setiap desa. Sehingga kita lebih mudah melakukan penanganan terhadap potensi stunting. Misalnya ibu hamil mendapatkan penanganan kehamilan," kata Setiawan Wangsaatmaja.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut