Sejumlah Siswa SMP di Garut Mengaku Dianiaya Kepala Sekolah saat Salat
Menurut Pipit, kasus kekerasan di sekolah tersebut bukan yang pertama kali. Sejumlah siswa lain mengalami hal serupa pernah menjadi korban kekerasan kepala sekolah.
Seorang siswa yang menjadi korban penganiayaan kepala sekolah, berinisial SO, mengaku dianiaya oleh kepala sekolah pada Jumat (4/1/2019) pagi. Awalnya, kepala sekolah menyangka dia bercanda saat kegiatan Salat Dhuha.
“Kepala sekolah yang lihat lalu menggesek-gesekkan kepala teman-teman dan saya,” katanya.
Selain SO, korban lain berinisial RG mengalami hal serupa, tetapi tidak sampai terluka. Namun perbuatan kasar kepala sekolahnya itu pernah dilakukan kepada siswa lainnya. “Kadang disuruh push up, digampar, terus suka lempar-lempar kursi,” katanya.
Sementara Kepala SMP Baitul Hikmah, Sultan Pahad mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan dalam perbuatannya itu. Dia hanya memberikan teguran saat kegiatan salawatan di masjid sekolah. “Kejadiannya ketika kita bersalawat di masjid di antara anak itu bercanda,” katanya.