Sejarah Wayang Golek, Jenis dan Tokohnya
Wayang kayu merupakan wayang yang berasal dari Jawa Barat dan populer dengan nama wayang golek. Awal kemunculan wayang golek ini masih dipercaya masih berkaitan dengan keberadaan wayang kulit.
Penyebaran wayang di Jawa Barat dimulai di era pemerintahan Raden Patah dari Kerajaan Demak dan disebarluaskan oleh para Wali Songo. Termasuk Sunan Gunung Jati yang memanfaatkan pagelaran wayang sebagai media dakwah untuk menyebarkan Islam di masa pemerintahan Kasultanan Cirebon.
Pada 1584 Masehi di Jawa Tengah, Sunan Kudus menciptakan wayang golek pertama. Dalam sejarahnya wayang golek awalnya hanya dilaksanakan oleh kaum bangsawan, terutama para bupati di Jawa Barat yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan wayang golek.
Awalnya pertunjukan wayang golek diselenggarakan oleh Priyayi di lingkungan Istana atau kabupaten. Di daerah Cirebon, disebut sebagai wayang golek papak atau cepak karena memiliki bentuk kepala yang datar.
Pada 1583, Sunan Kudus membuat wayang dari kayu yang kemudian disebut wayang golek. Sejalan dengan hal tersebut, pada abad 16 Sunan Kudus membuat bangun ‘wayang purwo’ sebanyak 70 unit dengan cerita menak yang diiringi dengan gamelan salendro.